Engkau Kekasih, Dalam Setiap Goresan Laku
Tak ada yang bagus dari tulisanku, Kekasih. Hanya ada pembaca yang mampu menemukan mutiara dari goresan lumpur yang aku bawa.
Engkau adalah kekasih sejati yang setia bertahan hingga titik kematianku, Kekasih.
Dalam tidurku, apakah engkau sedang merindukanku sehingga aku selalu terbangun setiap malam, Kekasih?
Selalu ingatkan aku tuk selalu menyertakan namamu dalam setiap aktivitasku, Kekasih.
Ketika bersamamu membuatku tak ingin lagi dunia dan isinya, Kekasih. Karenamu aku merasa dunia sudah sepenuhnya menjadi milikku.
Aku pernah ingin berhenti menulis, Kekasih. Tetapi hadirmu adalah satu-satunya alasanku tetap menulis. Aku belajar pada rerumputan, meskipun tak bermanfaat, setidaknya pernah menjadi salah satu warna dalam hidup ini sekaligus melengkapi takdirku.
Engkau tau kekasih, mengapa bumi disebut juga sebagai ibu? Sebab ketika pertama kali Tuhan ingin menciptakan manusia, bumilah yang sedih dan menangis karena tidak tega jika sebagian bagiannya kelak akan menjadi bahan bakar api yang menyala-nyala.
Teks asli di publikasikan pada tanggal 23 September 2020.
Gabung dalam percakapan