Siklus Datang - Pergi Dalam Kehidupan
Beberapa waktu lalu, dalam sebuah pesan singkat ada seorang teman berkata "Kenapa sedih? Karena gak bisa bareng?" Sebuah pertanyaan sekaligus misteri Illahi. Sebab setelah mengatakan ia menghilang dalam gelapnya malam. Hingga temaram esok menyinari kesedihan ini-pun, ia tak pernah kembali. Hingga saat ini.
Padahal, beberapa waktu sebelumnya, seorang teman lain berkata "Susah ya, kehilangan itu ....". Dengan menatap jauh menembus tembok ke tembok dan mengambil nafas dalam, aku menjawab "Tentu tidak. Karena aku harus menyadari bahwa sesuatu yang di luar diriku itu semuanya titipan Tuhan. Suatu saat bisa di ambil lagi. Dengan terpaksa atau tidak. Jadi, aku menyadari ini sejak awal, karena itu titipan, sudah kewajibanku untuk menjaganya, merawatnya dan menumbuhkannya menjadi sesuatu yang berharga. Meski setelah ada harganya, ia lupa dengan siapa ia di tempa (ehh)." Jangankan di luar diriku, bisa jadi, aku ini, yang engkau lihat juga tak lain dan tak bukan adalah titipan juga, yang suatu saat nanti di pertanyakan oleh yang punya: engkau gunakan untuk apa titipan-Ku?
Kadang-kadang, kehidupan memang seperti itu, ya. Ada orang datang dan pergi silih berganti. Mungkin, di mata orang lain pada saat yang sama, kita juga bagian dari siklus tersebut.

Gabung dalam percakapan