Jiwa Sejati
Begitulah...
Itu kenapa aku dahulu hampir masuk di jurusan komputer dan jaringan. Rasaku komputer layaknya manusia, terdiri dari perangkat keras dan perangkat lunak. Rasaku bahwa diriku sebenarnya tidak lebih dari sebuah benda, sama seperti perangkat keras komputer. Rasaku bahwa jiwaku tidak ada bedanya dengan sesuatu yang mampu menghidupkan komputer, atau ketika jin dapat masuk kedalam tubuh manusia, rasaku tak ada bedanya dengan sejenis Windows, Linux dan MAC serta jenis-jenis lain di antara keduanya.
Mungkin bahwa setiap orang dapat menemukan jiwa sejatinya. Sesuatu yang paling mendasar dari apapun yang ada. Apakah itu tentang profesi, pengetahuan, dll
Aku meyakini bahwa makna 'kepasrahan' sudah ada semenjak dahulu kala. Bahkan sebelum moyang manusia sendiri di ciptakan.
Teks asli di publikasikan pada tanggal 10 Juli 2018.

Gabung dalam percakapan