Sumber

Pada Sebuah Rahasia



Dahulu, aku pernah mencintai seseorang dengan ugal-ugalan
Cinta yang kata-kata berakhir pada keterbatasan untuk menulisnya
Dan aksi tak lagi mampu di ramu untuk menjelaskan setiap misteri

Namun, pada suatu hari ia berteduh di bawah sebuah pohon
Selama ini, ternyata ia tidak mencintaiku
Ia hanya ingin di cintai sepenuh hati

Ketika aku semakin tahu bahwa ia membutuhkan orang lain
Aku juga bersiap mulai melepasnya
Karena ternyata ia sama-sama saling membutuhkan, bukan karena cintaku sudah habis

Saat ia kembali dan menjelaskan dengan ribuan kata
Pintu hatiku masih terbuka, hanya saja
Setiap katanya tak lagi dapat menjelaskan tiap aksara

Bertahun-tahun ini, aku mengajarinya merakit cinta
Mendayungnya di tengah samudera yang tak bertepi
Meski pada akhirnya, ia menendangku dari sampan satu-satunya 

Di tengah remuknya hatiku dan lelahnya jiwaku
Aku masih mencoba berenang sendirian
Yang hanya ada aku dan Tuhan

Berharap suatu saat nanti terdampar atau di temukan oleh sampan lain
Meski harapan itu adalah kekosongan
Kendatipun, tak pernah aku pupuskan

Kini setiap ngeri harus aku jalani
Sendirian, tanpa teman, tanpa bantuan
Selain hanya Tangan Tuhan
Bukan siapa-siapa. Hanya pejalan biasa
Teks berhasil disalin!