Sumber

Ponokawan: Sisa Cerita Kehidupan



Bagong, hari ini tanggal 22 Mei 2025. Besok adalah hari Jum'at Kliwon, hari di mana menurut orang Jawa merupakan salah satu hari yang sakral. Meski begitu, hari ini memiliki makna kasih dan jumeneng. Jumeneng lakune diri.

Bagong, Petruk. 
Banyak hal telah terjadi belakangan ini, misalnya beberapa hari yang lalu aku seperti di samber gelap. Iya, tiba-tiba ada seorang gadis ngingetin aku sholat. Waaah. Ini layaknya menunggu rembulan muncul dalam seribu satu tahun lamanya. Bagiku yang tak pernah sholat, ini seperti jumeneng lakune diri, harus di tegakkan seperti Alif. 

Bagong, Petruk, Gareng.
Beberapa hari yang lalu, termasuk tangan kananku itu kumat. Iya, pasti kalian tahu kalau kadang ya begini. Dua hari hampir genap akan berlalu, tetiba saat aku pakai jaket bulukku tangan kananku ini kena kursi. C'tak! Mak nyeeer. Tapi apa, Gareng? Sakitku yang kumat itu lenyap bersama kursi yang menyendiri. Di jalanan aku senyum-senyum, bahwa Tuhan Maha Guyon. Mungkin tak hanya hari ini, hari-hari lalu atau yang akan datang juga sama. Sebenarnya ada peristiwa yang terlihat menyakitkan buatku, namun sebenarnya peristiwa itu adalah alasan Tuhan menyelamatkanku dari hal-hal yang mengerikan lainnya.

Bagong, Petruk, Gareng.
Beberapa hari ini aku mampir di Masjid. Anak seumuranku atau mungkin di bawahku menjadi tukang Adzan dan Imamnya Masjid. Duh, suaranya alus pisan kalau kata orang Sunda. Mau Adzan, Sholawatan, bacaan Qur'an, semuanya bagus. Iya, bagus. Aku termasuk orang yang suka mendengarkan bacaan yang santai, mendayu penuh liku, layaknya kehidupan yang pilu namun tetap tajam menusuk ulu hati. Ini indah menurutku dari pada bacaan yang mirip kejar-kejaran antara pencuri dan polisi.

Bagong, Petruk, Gareng.
Kata orang, akhir ini aku terlihat lebih kurusan lagi. Apakah betul, memang begitu? Jika iya, ya tidak apa. Toh, aku dulu pernah berusaha buat agak berisi. Ya olah raga, ya minum susu, ya gym, ya makanan bergizi, ya tidur yang cukup, dst, dll. Tapi ya gimana lagi kalau Tuhan belum berkehendak, apa dayaku? Makanya aku tak perduli mau badanku kecil, besar, dst. Tapi badanku kecil begini, aku juga senang, karena ada hal-hal menarik, asyik, intrik, yang terjadi di balik layar. Rasanya juga baik-baik saja.

Bukan siapa-siapa. Hanya pejalan biasa
Teks berhasil disalin!