Kekasih, adakah perumpamaan yang lebih lagi, dari ini?
Shinta, aku kira dahulu ketika mempelajari Qur'an dan menemukan redaksi bahwa terdapat dua lautan yang memiliki karakter berbeda lalu keduanya tak akan pernah menyatu, tersebut nyata. Aku pikir ini sudah waaah, sekali. Ternyata bukan, Shinta, hal-hal gamblang begini bukan untuk pemikir.
Aku melihat hal lain bahwa terdapat isyarat semakin kita ke tempat yang tinggi, maka dada kita akan sesak. Ini menunjukkan keadaan oksigen yang menipis. Aku pikir juga ini sudah waaah sekali.
Mirip seperti redaksi bahwa gunung-gunung berjalan layaknya awan. Apakah awan itu bertumpuk-tumpuk, Shinta? Seperti lempengan? Lalu apakah bergeser atau bergeraknya lempeng bumi juga dapat mengakibatkan gunung berjalan layaknya awan? Lebih waaah lagi perumpamaan ini sebagai makna kiasan.

Gabung dalam percakapan