Mutiara Bercahaya Terangi Temaram Senja
Kekasih, terima kasih telah hadir dalam kehidupan ini. Sebuah kehidupan yang penuh akan mara bahaya dan kengerian. Keakraban ini seolah engkau telah lama hadir di sampingku selama ratusan tahun. Seolah engkau adalah Dewi Fortuna yang menyirami keberuntungan, nasib dan kesempatan hidupku.
Kekasih, saat dunia menjerit, "Luka adalah aib!". Engkau justru merangkai parit darahku menjadi puisi. Menadah air mata duka menjadi lautan yang menumbuhkan mutiara. Tuhan, terima kasih untuk kurnia-Mu. Meski bukan janji bahagia yang sempurna, ia adalah cahaya untuk melangkah dalam temaram senja.
Kekasih, jika setiap pertemuan adalah awal dari perpisahan. Maka biarkan kita menari di atas benang waktu yang rapuh. Bukan durasi yang kita hitung, tetapi bagaimana setiap detik engkau ajari aku memeluk bayang-bayang keabadian dan mengingat setiap katamu bagai larik sloka Bhagawadgita.

Gabung dalam percakapan