Sumber

Tuhan Maha Guyon: Harga

Lama sudah aku tak pernah bercerita kepadamu bahwa Tuhan Maha Guyon, kekasih. Bukan berarti Tuhan udah tak ada guyonan lagi kepadaku, namun, akhir ini hidupku sedang banyak carut marutnya. Heuheuheu. Rasa untuk menulis sedikit menepi diantara sunyi dan senyapnya ombak pantai dengan desiran ombak yang membisiki hati.

Banyak waktu yang telah berlalu, tetapi tetap saja memiliki fakta bahwa ketika aku beli barang, bekas khususnya. Selalu dengan harga yang tinggi, meski harga tersebut selalu aku carikan dukungannya: ya, mungkin ini harga pasaran. Ya, mungkin karena kualitasnya bagus, dst. Namun, ketika giliranku jual barang, jangankan harga umum yang rerata. Setengahnya aja ndak ngangkat. Heuheuheu.


Heran, aku.

Engkau heran, tak?

Bukan siapa-siapa. Hanya pejalan biasa
Teks berhasil disalin!