Sumber

Menyelami Ke-Maha Asyikan Tuhan Dalam Pacaran



Karena kita tidak pernah ngaji, maka Tuhan mengirimkan pesannya melalui perantara seseorang yang sering kita sebut "pacaran".

Sayang, sudah bangun belum?
Sayang, sudah beribadah belum?
Sayang, sudah mandi belum?
Sayang, sudah makan belum?
Sayang, sudah berangkat belum?
Sayang, hati-hati dijalan ya
Sayang, aku merindukanmu
Dll, dst.

Jangan-jangan itu adalah cara Tuhan mendidik kita juga? Karena Dia adalah Pengasih dan Penyayang.
Karena Dia adalah Maha Bijak dan Pemberi Petunjuk.

Jangan-jangan Tuhan ingin kita mempelajari-Nya, agar suatu ketika nanti obsesi kita berubah. Dari yang kini berorientasi pada belahan jiwa, agar suatu saat orientasi kita berganti Kepada-Nya.

Jangan-jangan dengan cara itu pula Tuhan melindungi kita dari hal-hal yang yang menjauhkan kita dari pada-Nya, maka Dia mengikat kita pada hati seseorang?

Jangan-jangan Tuhan sangat berbelas kasih pada kita yang tak pernah beramal, maka Dia hadirkan seseorang agar hati kita tersentuh dengan keikhlasan untuk memberi dan secara tidak langsung berdaulat (memimpin) diri kita sendiri?

Jangan-jangan Tuhan juga ingin berkata bagi pecandu tubuh agar ia bertanya-tanya, siapakah yang mampu membuat, melukis, mengukir, setiap sendi tubuh perempuan agar terlihat proporsional, indah, cantik, berseri dan menawan?

Atau jangan-jangan engkau punya pandangan lain yang lebih mesra, kekasih...bukankah engkau lebih mengetahui dari pada aku? Ahh, coba renungkanlah, kekasih. Sebab aku tak sepandai dirimu.

Selamat bermalam minggu, Bismillah, tetap hati-hati dimanapun engkau berada dan selalu mengingat-Nya, karena dimanapun engkau berada, tak ada satupun tempat yang tak dapat Dia lihat.

Gbr : @arzrose_ #javanica

Teks asli di publikasikan pada tanggal 10 November 2018.
Bukan siapa-siapa. Hanya pejalan biasa
Teks berhasil disalin!