Ki Demang & Murid-Muridnya #14
“Menurut Ki Demang, bersyukur itu seperti apa, Ki?”
“Menurut saya, bersyukur ya seperti ketika kamu tergila-gila sama Layla, dalam bibirmu kamu mengucap "Alhamdulillah, terimakasih Layla engkau telah mencintaiku sepenuh jiwa & ragamu." Pun kamu tidak lirik ke sana ke sini karena kamu sudah punya Layla.”
“Kalau ikhlas, Ki?”
“Ikhlas ya seperti kamu ke Layla, berbuat apapun rasanya seperti angin lalu saja, nggak perlu di kenang, apalagi di katakan, meskipun kadang Layla berkata "Kamu tuh bener-bener ndak pengertian sama sekali."”
“Kalau sabar, Ki?”
“Sabar ya, ketika Layla marah-marah kamu ndak mundur satu jengkal pun. Tetap masih seperti biasanya, menghibur & tersenyum.”
“Lalu kenapa dari tadi Ki Demang jawabannya hanya tentang Layla saja?”
“Heuheuheu. Karena kamu nggak pernah ngaji, kamu taunya cuma berjuta-juta karakter wanita yang pernah kamu temui, termasuk Layla tempat akhir kamu berlabuh. Kalau saya jawabannya dengan riwayat yang ngalor-ngidul, nanti kamu tambah pusing. Tapi, meskipun kamu ndak ngaji, bukankah Tuhan tetap meletakkan jutaan jalan untuk tetap berjalan kepada-Nya? Itulah yang pengen saya kasih tau ke kamu, supaya kamu tetap bersyukur atas takdir yang ada padamu & ndak minder ke siapapun.”
Teks asli di publikasikan pada tanggal 18 September 2019.
Gabung dalam percakapan