Sumber

Pandangan Lintas Bangsa & Budaya Yang Indah



Urip mung tulung-tulungan dan dalam bahasa latin di kenal frasa Homo Homini Socius, di populerkan oleh Adam Smith. Bahwa manusia adalah kawan bagi sesamanya. Sebuah teks-teks lintas bangsa dan budaya yang indah.

Pada masa kini juga di kenal dengan istilah manusia adalah makhluk sosial, pandangan yang di kemukakan oleh Aristoteles.

Barangkali pandangan-pandangan ini lahir dari kejenuhan memandang sikap interaksi manusia yang terlalu kejam dan rakus terhadap sesama dan alam. Kekejaman dan kerakusan yang menyebabkan seseorang menjadi gelap mata serta tak lagi menandang manusia lain selayaknya manusia. Pun, hal ini yang menyebabkan alam rusak di mana-mana dengan dalih kemajuan, keberlangsungan juga pemanfaatan sumber daya alam.

Bagi sesama manusia, tulung-tulungan, berkawan dan bersosial adalah titik hubungan yang sangat esensial. Ketiganya ini tak terbatas oleh apapun dan di batasi dari apapun. Begitulah hidup yang juga di ajarkan oleh orang-orang terdahulu di Nusantara, bahwa hidup harus memanusiakan manusia lain, selaras dengan alam, mempercantik dunia, dst. Meski pada masa kini, nilai-nilai luhur tersebut semakin tergerus oleh arus budaya baru yang lebih bebas dan ekspresif.
Bukan siapa-siapa. Hanya pejalan biasa
Teks berhasil disalin!