Sumber

Proses: Inilah Aku

Mungkin jika aku adalah air,
Aku akan terjatuh dari langit,
Menyusuri setiap rongga-rongga tanah,
Hingga menuju tanah terdalam,
Dan kemudian aku di serap oleh tumbuhan,

Aku hidup berdampingan,
Ketika keperkasaanku sebagai tumbuhan telah layu, rapuh dan bahkan mati,

Tibalah dalam kehidupan selanjutnya,
Aku menjadi beranak pinak,
Aku menjadi penjaga buah hatiku,
Aku mulai berjuang,
Aku mulai berlabuh,

Saat di mana aku telah sempurna menjadi seekor binatang,

Tuhan akan memanggilku,
Dan membakarku di atas tungku api yang menyala,

Berunsurkan tanah dan turunannya,
Berbentuk senyawa hewani dan nabati,

Hari ini aku lahir berwujud manusia,
Dengan menggenggam kedua tanganku,
Seolah esok hari aku akan menggenggam dunia,
Aku lahir tanpa bekal apapun,
Sama seperti saat aku menjadi tumbuhan,
Dengan harapan aku dapat tetap gigih dan bersabar,
Dalam menjalani kehidupan,

Agar aku dapat hidup berdampingan,
Seperti ranting tanganku bergandengan dengan sekelilingku,
Tanpa membedakan, mereka dalam genus lain,

Hingga aku tumbuh tinggi dan lebat,
Di mana di bawah dahan dan rantingku menjadi tempat perlidungan,
Dari hujan dan terik matahari,

Tuhan mendidiku dan mengajarkanku,
Dari padanya aku memiliki sifat yang kuat dan bijaksana,
Sama seperti saat aku menjadi seekor binatang,

Aku mempunyai akal dengan caraku,
Berputar seirama rantai kehidupan,
Terus bergerak dan berubah,
Dengan harapan bahwa dengan keikhlasanku,
Menjadi tempat berteduh di bawah dahan dan rantingku,
Kini aku lebih berkembang dari satu tempat ke tempat lain,

Aku benar-benar sempurna,
Setelah melewati seribu kehidupan,
Bahkan seribu dunia yang aku tempuh,

Tuhan memberiku peran,
Memberiku kebebasan untuk lebih jauh mengenal,
Dari mana asalku,
Dan di manakah akhir hidupku,

Tuhan telah membuat takdirku,
Namun bila jalan tidak bisa aku tempuh,
Aku harus kembali melihat kekuranganku,
Bisa saja aku menyimpang,
Bisa saja aku merubah tanda-tandanya,
Yang aku dapatkan hanya ada dua,
Aku binasa dan mengikuti setan,

Tidak ada setan terkecuali pikiranku sendiri,
Antara kekuatan dan kecerdasan,
Karena kecerdasan berasal dari bayangan yang obyektif,

Setiap hari Tuhan menuntunku,
Memberiku pelajaran baru,
Dengan juga bab-baru,

Hingga pada akhirnya habis peran yang aku dapatkan,
Saatnya aku melihat seluruh catatan kehidupanku,

Aku kembalikan ragaku menjadi bentuknya,
Bentuk sebelum aku memakainya,
Juga pertanggung jawaban untuk itu,

Inilah aku.


Teks asli di publikasikan pada tanggal 23 Mei 2017.
Bukan siapa-siapa. Hanya pejalan biasa
Teks berhasil disalin!