Hari Raya Nyepi
Heuheuheu.
Setelah Hari Raya Nyepi yang terjadi beberapa bulan lalu, seorang teman di media sosial membuat postingan: Maafkan saya, satu hari kemarin benar-benar tidak memegang gawai, menonton televisi, dan semacamnya. Saya benar-benar meninggalkannya, rasa damai begitu menyelimuti hati dan jiwa saya...
Pagi ini baru ingat, seorang guru pernah berkata makna shaum dan shiyam. Beberapa orang ada yang mempersamakan maksud katanya, padahal shaum di gunakan Al Qur'an untuk makna menahan diri tidak mengucapkan sesuatu yang tidak berguna walau sesuatu itu benar dan shiyam adalah menahan diri dari makan, minum, dan hubungan seks demi karena Allah sejak terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari.
Jika berkaca pada zaman ini, maka sosial media dapat dikatakan sebagai perpanjangan lidah dan tangan manusia. Ironisnya di bulan yang suci ini semakin banyak kita jumpai ujaran kebencian, hoaks, dan semacamnya yang keluar dari akun-akun tidak bertanggung jawab dan mengatasnamakan Islam.
Teks asli di publikasikan pada tanggal 23 Mei 2019.
Gabung dalam percakapan