Ponokawan: Zaman Edan
“Heuheuheu. Truk, Truk. Sebetulnya kebaikan itu tak mengenal identitas yo.”
“Yo kudune iyo, tapi makin ke sini kadang jadi ada sisi-sisinya.”
“Lha kok sisi, umbel po piye?”
“Sisi kali sisi kui luas persegi blok-goblok. Makin ke sini makin dikotak-kotakkan.”
”Eehh, iyo-iyo. Misalnya kalau minoritas berbuat baik ya tetep kelihatan ndak baik.”
“Yo kui. Padahal cara Tuhan mentertawakan orang2 yo kadang dengan hal2 seperti itu to.”
“Heuheuheu. Apalagi kalau minoritas, badan bertato, rupa sangar, cangkem melu sangar, tapi dermawan. Tetep sama aja capnya, Truk!”
“Heuheuheu. Bisa dipenjarakan, dibungkam, bahkan paling tak ada rasa kalau ditiadakan.”
“Jaman emang soyo edan, yen ra edan ora keduman. Jare wong biyen.”
“Iyo, wis dimulai...”
“Mulaine wis ket biyen, Gong! Iki bagian dari proses!”
“Ee, iyo...”
Gabung dalam percakapan